Gonjang-Ganjing BLT di Seputar Kampanye
24 Maret 2009
Genderang perang sudah ditabuh, perang terbuka sudah dimulai, tiap-tiap jenderal mulai menyusun strategi sembari mempersiapkan senjata tercanggihnya untuk menghancurkan lawan atau musuh-musuhnya.
Ya….Kampanye terbuka telah dumulai para elite dari berbagai macam parpol saling serang dan saling mencerca satu sama lain, seperti yang terjadi pada tiga partai besar di Indonesia mengenai gonjang-ganjing sepiutar BLT.
Berjempet-jempet istilah yang di pakai Megawati, berdesakan hanya untuk mengambil uang sebesar Rp. 200.000,-. Rakyat seperti sudah tidak memiliki kepribadian, harkat dan martabatnya terinjak-injak hanya demi uang, ucap Megawati dalam kampanye di depan simpatisan dan kadernya.
Di lain kesempatan Prabowo Subianto calon presiden yang di usung partai Gerindra mengatakan, uang di bagikan kepada rakyat adalah uang yang dipinjam dari luar negeri, hal ini hanya menambah beban utang negara ujarnya di sela-sela kampanye politiknya.
Sementara juru kampanye nasional yang juga ketua dewan pembina paratai Demokrat mengcover tudingan-tudingan tersebut di hadapan para pendukung dan simpatisannya, pemerintah tak punya hati jika melihat rakyatnya kelaparan, terpuruk dalam kemiskinan, BLT untuk membantu masyarakat yang tidak mampu. Dalam hal ini pemerintah sudah melakukan hal yang tepat dalam mengatasi problematika yang ada, pada pidato politiknya.
Hal inilah yang dilakukan para elite kita ketika berkampanye, saling melemparkan bola panas, saling tuding, saling kritik. Yang jadi pertanyaan adalah pernahkah mereka berpikir tentang bagaimana caranya membangun pola pikir rakyat untuk bersikap positif. Terpikirkah oleh mereka bagaimana cara membangun basis swadaya masyarkat yang mempunyai inisiatif guna mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kalau cuma saling kritik, saling tuding, niscaya bangsa ini tidak akan pernah terlepas dari problematika yang terus merong-rong. Rakyat harus bisa lebih cermat dalam menyikapi persoalan yang ada di negerinya, rakyat harus bisa membangun pola pikirnya dengan kekuatan basis-basis yang dibangun di atas kepentingan bersama tanpa ada campur tangan dari pemerintah.
Sudah saatnya rakyat menentukan perjalanan hidup bangsa dan tanah air ini. Buka mata dan pikiran kita tentang kesehjahteraan akan Indonesia, jangan pernah terlena akan manisnya buaian para penyanyi politik. Ambil, Rengkuh dan Raih, masa depan ada ditangan rakyat.