Ketika Hati Berkabung Dusta

25 Februari 2009

Sialan, sungguh sial ku rasa, entah apa yang memulai tiba-tiba saja terlontar tuduhan yang tak beralasan.

Mendera meraung-raung seperti hentakan senjata otomatis yang memuntahkan pelurunya.

Membabi buta menembus tembok angkuh hingga memecah heningnya suasana kalbu.

Ku kira cuma gurauan untuk memecah kekosongan.

Ah…sialan….

Tudingan bermuka dua di alamatkan kepada ku, seolah-olah lagi berakting di depan kamera.

Aku tak paham, karena sketsa itu tak pernah ku dapati.

Ku lirik ke kanan dan ke kiri tapi tetap saja tak kudapati orang-orang di balik lensa yang mengatur peran.

Ketika hati berkabung dusta, perasaan di curangi mencuat, melambung, membahana.

Siapa sih yang makan nangka itu, aku maulah mencicipinya walaupun sedikit.

2 Tanggapan ke “Ketika Hati Berkabung Dusta”

  1. nirwan Berkata

    hahahahaha…. berbakat..memang berbakat kau…hahahah :D

  2. paunk Berkata

    apanya….?


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.