Wajib Adalah Harus
18 Januari 2009
Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina, itu pepatah yang sedari dulu kita dengar dari para pendidik atau tuan-tuan guru. Raih lah atau gapai lah pendidikan setinggi mungkin atau kata lain tuntutlah ilmu mulai dari bayi sampai menuju ke liang lahat.
Tapi kenyataannya tak seindah atau tak segaung pepatahnya, karena masih banyakorang muda yang nota bene generasi penerus bangsa dipaksa menggantungkan cita-cita dan harapannya di bangunan, di pabrik, di jalanan, di penjara, bahkan di ranjang pemuas nafsu birahi, akibat dari tingginya biaya hidup.
Program wajib belajar 9 tahun yang dibuat oleh pemerintah tak mampu mengentaskan persoalan yang ada. Wajib adalah harus, jadi setiap orang muda harus mendapatkan pendidikan selama 9 tahun, sungguh mulia hal yang di buat oleh pemerintah, tapi sayang kemuliaan itu hanya sebatas teori belaka, kenyataannya sungguh berbeda.
Bizurai-bizurai dipaksa mangkat muda, pandangannya kedepan tergerus oleh arus komersialisasi pendidikan, tingginya uang sekolah, mahalnya buku sekolah membuat bizurai-bizurai menjadi anestesi terhadap indahnya masa depan. Tak lagi mampu berkata lantang karena harus menghabiskan hidupnya bermandikan peluh di pabrik, jalanan, bahkan penjara.
Dalam hal ini yang paling bertanggung jawab adalah pemerintah terkait masalah dengan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki pondasi kuat di sektor ilmu pengetahuan.
Ini pekerjaan rumah pemerintah yang tidak pernah terselesaikan, Program-program yang dibuat oleh pemerintah tidak akan pernah bisa berjalan, apapun itu, tanpa dilandasi SDM yang menunjang, sementara untuk mencapai SDM yang menunjang harus dilatar belakangi pendidikan yang seimbang. Karena masalah ini sangat krusial.
Sudah saatnya pemerintah berfikir rasional, dan bertindak cepat dalam hal ini, dan sudah saatnya sekarang membangun kembali kejayaan bangsa ini seperti masa silam. Bangunlah Indonesia dengan cara memberikan pendidikan gratis bagi seluruh rakyatnya jangan hanya sampai 9 tahun saja, tapi sampai kejenjang yang lebih tinggi, karena masa depan bangsa ini berada ditangan-tangan mungil anak Indonesia.